NEWS
FAKTA-FAKTA BARU DALAM PENGOBATAN LUPUS NEFRITIS
Pendahuluan
Biopsi ginjal diperlukan guna konfirmasi dalam
mendiagnosis Nefritis Lupus. Disamping untuk
mendiagnosis, biopsi diperlukan untuk menentukan
pengobatan yang tepat. Berdasarkan pada Klasifikasi
biopsi WHO , maka pengobatan bersandar pada Prednisone.
Prednisone oral atau prednisolone atau
Methylprednisolone telah menjadi standar obat lini
pertama bagi pengobatan Nefritis Lupus. Bergantung pada
tipe dari Kelas biopsi WHO, Prednisone diberikan selama
4-12 minggu dan kemudian dikurangi secara bertahap
(tapered off).
Pada biopsi Kelas IV WHO, Cyclophosphamide ditambahkan
ketika tidak terdapat respon setelah menggunakan
Prednisone selama 12 minggu. Cyclophosphamide harus
digunakan paling sedikit 2 tahun bila dapat ditoleransi.
Bila masih tidak terjadi respon maka Azathioprine dicoba
untuk ditambahkan. Sayangnya, sementara ini telah muncul
Sindrom Nefrotik pada sebagian kecil dari pasien-pasien
ini.
Sindrom Nefrotik
Sindrom Nefrotik bila tidak dikontrol secara adekuat
akan berkembang menjadi Penyakit Ginjal Stadium Akhir
atau biopsi Kelas IV WHO. Dialisis atau transplantasi
ginjal sebaiknya dipertimbangkan ketika Penyakit Ginjal
Stadium Akhir ini tercapai.
Dosis tinggi Prednisone, Cyclophosphamide, dan
Azathioprine menginduksi efek tak diinginkan. Ketika
efek tak diinginkan ini tidak ditoleransi, maka akan
diikuti segera dengan drop out pasien. Akan tetapi,
walau dengan kombinasi Predisone dengan Cyclophosphamide
plus Azathioprine, kematian masih terjadi pada 30-40%
pasien Lupus Nefritis Kelas IV WHO (Data dari Institut
Kesehatan Nasional).
Suatu fakta baru ditemukan baru-baru ini dengan
penggunaan Prednisone jangka panjang
Kortikosteroid oral secara kumulatif merusak ginjal.
Setelah > 15 tahun kerusakan terutama disebabkan oleh
kortikosteroid oral yang diminum harian*.
*Gladman DD, Urowitz MB, Rahman P, Ibanez D, Tam LS.
Accrual of organ damage over time in patients
with systemic lupus erythematosus. J Rheumatol. 2003
Sep;30(9):1955-9.
Fakta baru ini menimbulkan dilema bagi dokter dan pasien
Lupus Nefritis.
Ketika obat SLE ini diresepkan pada pasien usia 15-25
tahun, kadang kala kita tidak dapat menurunkan dosisnya
tanpa terjadinya flare. Flare ditentukan ketika penyakit
tersebut kambuh. Konsekwensinya, penggunakan Prednisone
ingestif jangka panjang merupakan jalan keluar. Penyakit
Ginjal Induksi Kortikosteroid terjadi disamping Nefritis
Lupus ketika pasien mencapai usia 35-45 tahun.
Rekomendasi Institut Kesehatan Nasional Amerika
Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat,
memecahkan dilema ini dengan merekomendasikan suatu
kombinasi obat baru. Cyclophosphamide+Methylprednisolone
Intravena dan Mycophenolate Mofetil+Cyclosporine oral
diindikasikan bagi biopsi Kelas IV WHO.
Kombinasi-kombinasi imunosupresan ini bila diberikan
dalam dosis efektif minimum adalah aman dan efektif.
Pengobatan Stadium II WHO-ILAR COPCORD dari Penyakit
Otoimun telah mengembangkan suatu metode jenius dalam
cara pemberian intravena. Methylprednisolone +
Cyclophosphamide Intravena diberikan dalam periode yang
relatif singkat yaitu 5,5-7,5 bulan. Ini sudah termasuk
periode hampir empat bulan pengurangan bertahap (tapeing
off) terapi intravena.
Dengan Cyclophosphamide dosis rendah efektif antara
25-100 mg dan Methylprednisolone 25-125 mg tidak terjadi
efek yang tak diinginkan pada darah. Dengan tambahan
intravena mingguan Methotrexate 5-12.5 mg maka efikasi
akan meningkat tanpa efek tak diinginkan tambahan. Efek
tak diinginkan yang disebabkan karena ketergantungan
dosis dikurangi dengan cara menggunakan dosis efektif
minimum dari kombinasi imunosupresan.
Efek tak diinginkan terhadap gastroinstentinal adalah
umum terjadi. Akan tetapi, hal ini dapat dicegah: mual
dan muntah dengan granisetron, diare dengan spasmolitik,
dan tanda-tanda dan keluhan pada gastroduodenal dengan
penghambat pompa proton. Terdapat pasien-pasien dengan
sistem gastrointestinal yang telah disalahgunakan selama
beberapa dekade sehingga mereka tidak dapat lagi
menggunakan obat-obat oral.
Metode Protokol Step-down Bridge Kombinasi 5
Imunosupresan Oral dan Intravena
Prinsip dari metode novel Stadium II WHO-ILAR COPCORD
tentang cara pemberian adalah: 1. induksi remisi dengan
pemberian secara intravena 5X per minggu
Methylprednisolone 25-125 mg + Cyclophosphamide 25-100
mg ;
2. pemeliharaan remisi dengan pemberian obat kombinasi
oral bid/tid Mycophenolate Mofetil 250-500 mg +
Cyclophosphamide 25-100 mg. Bila diperlukan maka
tambahan Methotrexate oral mingguan meningkatkan efikasi
tanpa menimbulkan efek tak diinginkan tambahan.
Remisi ditentukan bilamana ESR <25 mm/1 jam, mean skor
Systemic Lupus Activity Measurements (SLAM) adalah <1,
dan Mikro-Albumin urin 24 jam normal. Normalisasi
histologi biopsi ginjal didapatkan ketika Remisi tanpa
Obat dicapai. Terdapat 5 buah hasil sahih lainnya untuk
mengukur Lupus.
Pengurangan Bertahap Terapi Intravena dan Oral
Penurunan kadar ESR menjadi <40, <30, dan <25 mm/jam
(pria minus 10 mm), sesi intravena harian 5X perminggu
dari Cyclophosphamide+Methylprednisolone dikurangi
menjadi 3X, 2X, dan 1X perminggu secara berurutan.
ketika ESR <25 mm (pria <15 mm) dan skor SLAM <1, Remisi
dengan Terapi Intravena dicapai. Kemudian sesi intravena
dikurangi secara bertahap menjadi sekali per dua minggu,
sekali per 4 minggu, sekali per 8 minggu, dan diakhiri
dengan Remisi dengan obat Oral. Ketika terapi dikurangi
secara bertahap menjadi sekali per dua minggu, MTX
intravena diubah menjadi dosis oral yang ekuivalen
mingguan.
Remisi dengan obat Oral sebaiknya dikonsolodasi dengan
Imunosupresan oral untuk paling sedikit 2 tahun. Setelah
itu, obat oral dikurangi secara bertahap dalam periode 1
tahun menjadi Remisi tanpa obat (terminologi FDA). Flare
selama masa pengurangan bertahap (tapering off) sesi
intravena dan oral, Remisi dengan obat Oral, dan Remisi
tanpa Obat segera ditekan/diatasi dengan pemberian
kembali rekomendasi Institut Kesehatan Nasional.
Flare ditentukan ketika ESR meningkat menjadi >25 mm dan
skor SLAM >1.
Ketika terdapat diabetes mellitus, hiperglikemia induksi
kortikosteroid, riwayat melena dan hematemesis, maka
Methylprednisolone intravena tidak dapat diberikan.
Secara empiris, 5-Fluouracil intravena menggantikan
Methylprednisolone.
Protokol Step-down Bridge dari Kombinasi 6 Imunosupresan
Oral dan Intravena sebenarnya adalah 5 obat minus
Methylprednisolone. Kombinasi 5 Imunosupresan minus
Methotrexate adalah identik dengan rekomendasi Institut
Kesehatan Nasional untuk pengobatan Nefritis Lupus.
Rekomendasi Institut Kesehatan Nasional untuk terapi
Nefritis Lupus adalah sama dengan kebalikan dalam Sistem
Piramid Reumatologi American College untuk pengobatan
RF+ RA: Methylprednisolone+Cyclophosphamide intravena +
Mycophenolate Mofetil+Cyclosporine oral. Ini serupa
dengan Protool Step-down Bridge Kombinasi 5
Imunosupresan Intravena dan Oral minus Methotrexate
intravena:
Methylprednisolone+Cyclophosphamide+Methotrexate
intravena + Mycophenolate Mofetil+Cyclosporine oral.
The National Institute of Health recommendation for
therapy of Lupus Nephritis is similar to the reversal of
the American College of Rheumatology Pyramid System for
treatment of RF+ RA: intravenous
Methylprednisolone+Cyclophosphamide + oral Mycophenolate
Mofetil+Cyclosporine. This is simiar to the Step-down
Bridge Protocol of Intravenous and Oral Combination of 5
Immunosuppressant minus intravenous Methotrexate:
intravenous Methylprednisolone+Cyclophosphamide+
Methotrexate + oral Mycophenolate Mofetil+Cyclosporine
Analisis dari pengamatan selama 10 tahun menyimpulkan
bahwa Remisi tanpa Obat dicapai pada pasien Nefritis
Lupus naif Imunosupresan dengan Indeks Kronisitas <5.
Pada pasien Nefritis Lupus non naif Imunosupresan maka
dicapai Remisi jangka panjang dengan obat Oral .
Naif Imunosupresan (IMN-naivety) pada Nefritis Lupus
Disamping Indeks Kronisitas <5, maka IMN-naivety adalah
satu dari beberapa determinan hasil pada terapi Nefritis
Lupus yang diobati dengan Protokol Step-down Bridge
Kombinasi 5 Imunosupresan Intravena dan Oral (SBP-5-IMNs
atau S5Is).
IMN-Naivety Intravena (IV) ditentukan sebagaimana tidak
terdapatnya paparan sebelumnya terhadap 4 imunosupresan
yang terdiri dari Methylprednisolone (MPS), Methotrexate
(MTX), Cyclophosphamide (CyC), dan 5-Fluorouracil (5FU)
dengan cara pemberian IV.
IMN non-naivety Intravena
IMN non-naivety IV seperempat ditentukan sebagaimana
pasien mengalami paparan sebelumnya dengan salah satu
dari empat IMNs secara parenteral.
IMN non-naivety IV setengah ditentukan sebagaimana
pasien mengalami paparan sebelumnya dengan dua dari
empat IMNs secara parenteral.
IMN non-naivety IV tigaperempat ditentukan sebagaimana
pasien mengalami paparan sebelumnya dengan tiga dari
empat IMNs secara parenteral.
IMN non-naivety IV total ditentukan sebagaimana pasien
mengalami paparan sebelumnya dengan seluruh dari empat
IMNs secara parenteral.
IMN-naivety Oral ditentukan sebagaimana pasien belum
pernah mengalami paparan sebelum dengan seluruhnya dari
tiga IMNs oral yang terdiri dari Mycophenolate Mofetil
(MMF), Cyclosporine (CyS), dan MTX.
IMN non-naivety oral sepertiga ditentukan sebagaimana
pasien mengalami paparan sebelumnya dengan satu dari
tiga IMNs oral.
IMN non-naivety oral duapertiga ditentukan sebagaimana
pasien mengalami paparan sebelumnya dengan dua dari tiga
IMNs oral.
IMN non-naivety oral total ditentukan sebagaimana pasien
mengalami paparan sebelumnya dengan seluruh dari tiga
IMNs oral.
Selain Mycophenolate Mofetil oral, Cyclophosphamide,
Methylprednisolone, Methotrexate, 5-Fluorouracil generik
intravena, and Cyclosporine generik oral, seluruhnya
tersedia secara gratis pada Asuransi Kesehatan (ASKES).
Pasien-pasien Nefritis Lupus yang berhak untuk mendapat
penggantian (reimbursement) dapat mengklaim
imunosupresan-imunosupresan ini dari ASKES.
Uji-uji klinik terbuka pembuka/awal di Shanghai, Cina,
dan Semarang, Indonesia, mengamati Remisi dengan Terapi
intravena, Remisi dengan Obat oral, dan Remisi tanpa
Obat dicapai setelah 2-4 bulan, 5,5-7,5 bulan, dan 42-54
bulan secara berurutan sejak pengobatan inisial.
Hasil-hasil pengobatan Nefritis Lupus dengan Protokol
Step-down Bridge Kombinasi 5 Imunosupresan Intravena dan
Oral yang hebat ini memiliki jaminan bukti ilmiah atau
Uji Klinik Terkontrol Acak di pusat reumatologi
internasional.
Email This Page
Print
This Page
|
|
| |
NEWS & EVENTS
LupusArthritisIndonesia.org - Indonesian Lupus & Arthritis Forum
16.11.2005
MabThera – a unique approach providing lasting
benefits for patients with rheumatoid arthritis
Comprehensive long-term clinical success achieved in
difficult-to-treat patients following just two
administrations, two weeks apart
›
more
|
|
 |
| |
LupusArthritisIndonesia.org - Indonesian Lupus & Arthritis Forum
06.09.2005
Roche files first rheumatoid arthritis indication for
MabThera in Europe
MabThera: a medicine used to treat non-Hodgkin's
lymphoma
MabThera delivers significant and sustained relief from
symptoms in patients with difficult-to-treat rheumatoid
arthritis.
›
more
|
|
 |
| |
LupusArthritisIndonesia.org - Indonesian Lupus & Arthritis Forum
06.04.2005
MabThera significantly improves symptoms in patients
with rheumatoid arthritis who inadequately responded to
anti-TNFα therapies
Third large randomised trial to evaluate efficacy and
safety of MabThera in RA
Roche, Genentech and Biogen Idec announced today that
REFLEX1, a pivotal Phase III study of MabThera (rituximab), successfully met its
primary endpoint in the group of patients with the most difficult-to-treat
rheumatoid arthritis (RA).
›
more
|
|
 |
Legal Disclamer
|
Legal Disclaimer
Copyright
©WHO-ILAR COPCORD Stage II Education on Treatment of the Autoimmune
Diseases.
This Web site was developed in 2005 as a service provided by the
WHO-ILAR COPCORD Stage II Education on Treatment of the Autoimmune
Diseases. This Web site provides selected information available
about lupus and arthritis. It is important that public see a
healthcare professional for detailed information about medical
conditions and treatment. This information is not intended to be a
substitute for the advice of a healthcare professional, or a
recommendation for any particular treatment plan. The WHO-ILAR
COPCORD Stage II Education on Treatment of the Autoimmune Diseases
has made and will continue to make efforts to include accurate and
up-to-date information on this Web site.
If you have any
questions, please contact us:
Webmaster
Phone: 62-24-8447-345
Fax: 62-24-8310-028
admin@LupusArthritisIndonesia.org
|
|