Penilaian terhadap Hasil Terapi pada Spondilitis Ankilosa
(SA) yang refrakter AINS dengan Protokol Step-down Kombinasi
dari 5 Imunosupresan Intravena dan Oral (Step-down Bridge
Protocol of Intravenous and Oral Combination of 5
Immunosuppressants /SBP-5-IMNs)
Pendahuluan
Banyak mitos yang telah mengakar dalam pandangan masyarakat
bahwa tidak ada yang dapat dilakukan bagi pasien Spondilitis
Ankilosa (SA). Setelah terapi standar dengan AINS dan
fisioterapi, penyakit tersebut akan memburuk seperti tanpa
diobati dalam 3-4 dekade. AINS tidak menghentikan ataupun
memperlambat penyakit pada SA yang refrakter AINS.
Obat-obat yang digunakan pada SA
Sulfasalazine hanya menunjukkan beberapa efek menguntungkan
yang bervariasi pada sendi-sendi perifer untuk jangka
pendek. Methotrexate (MTX), Metilprednisolon (MPS) pulse
intravena (IV) dan Siklofosfamid (CyP), Siklosporin (CyS)
oral dan Mikofenolat Mofetil (MMF) pada terapi obat tunggal
menunjukkan efikasi yang bervariasi pada terapi SA. Meskipun
demikian, terapi kombinasi mungkin diperlukan saat mengobati
SA dengan MTX. Belum ada studi yang melaporkan adanya Remisi
pada terapi SA.
Konsekuensinya adalah mitos-mitos yang mengakar dalam
pandangan masyarakat, profesi medis, dan ahli rematologi.
Mitos No.1 adalah Remisi dengan terapi apapun tidak mungkin
terjadi pada SA dalam beberapa bulan
Mitos No.2 adalah Remisi dengan obat oral tidak mungkin
terjadi pada SA dalam beberapa bulan
Mitos No. 3 adalah Remisi tanpa pengobatan tidak pernah
terjadi pada SA
Mitos No. 4 adalah penyembuhan erosi dan penghentian
progresi kalsifikasi pada SA tidak pernah terjadi
Mitos No.1 disanggah dengan tercapainya Remisi dengan
SBP-5-IMN dalam 2-4 bulan
Mitos No. 2 disanggah dengan tercapainya Remisi dengan
SBP-5-IMN menggunakan obat oral (RworalDs) dalam 5.5 – 7.5
bulan
Mitos No.3 disanggah dengan tercapainya Remisi dengan
SBP-5-IMN tanpa obat (RwD) dalam 53,5 – 55,5 bulan
Mitos No. 4 disanggah dengan penyembuhan erosi dan
penghentian progresi kalsifikasi dengan SBP-5-IMN
Bagaimana hasil seperti ini dapat dicapai?
Hasil Klinis
79 pasien dengan SA yang refrakter AINS diobati dengan
SBP-5-IMN selama 6 tahun studi observasi.
BASRI < 2: 87% dari SA IMN-naïve yang refrakter AINS
terlepas dari lamanya penyakit mencapai Remisi tanpa Obat
(RwD).
BASRI > 2: 64% dari SA IMN-naïve yang refrakter AINS
terlepas dari lamanya penyakit mencapai Remisi dengan Obat
oral (RworalDs)
8.0% pasien yang bukan SA IMN-naïve yang refrakter AINS,
mencapai perbaikan ASAS70
15.2% mengalami drop out.
Hasil pemeriksaan radiologist setelah 6 tahun pada kasus
Nilai awal BASRI < 2 menjadi BASRI 0 dengan penyembuhan
erosi dan tidak terdapat erosi yang baru
Nilai awal BASRI > 2 tetap bertahan status quo atau tidak
memburuk secara bermakna dibandingkan dengan nilai awal
beserta penyembuhan erosi dan tidak terdapat erosi yang baru
Dengan penambahan 5-Fluorourasil intravena, SBP-5-IMN
menjadi SBP-6-IMN. Untuk menekan flare, SBP-6-IMN lebih
efektif dengan penambahan 5-Fluorourasil intravena (5FU),
karena kenaifan IMN terhadap 5FU, tetapi dengan efek samping
yang serupa.

Peringatan pada kasus SA:
jangan membiarkan SA yang refrakter AINS memburuk dari BASRI
< 2 ke BASRI > 2, karena RwD tidak dapat dicapai dengan
SBP-6-IMN.

Email This Page
Print
This Page |
|
| |
NEWS & EVENTS
LupusArthritisIndonesia.org - Indonesian Lupus & Arthritis Forum
16.11.2005
MabThera – a unique approach providing lasting
benefits for patients with rheumatoid arthritis
Comprehensive long-term clinical success achieved in
difficult-to-treat patients following just two
administrations, two weeks apart
›
more
|
|
 |
| |
LupusArthritisIndonesia.org - Indonesian Lupus & Arthritis Forum
06.09.2005
Roche files first rheumatoid arthritis indication for
MabThera in Europe
MabThera: a medicine used to treat non-Hodgkin's
lymphoma
MabThera delivers significant and sustained relief from
symptoms in patients with difficult-to-treat rheumatoid
arthritis.
›
more
|
|
 |
| |
LupusArthritisIndonesia.org - Indonesian Lupus & Arthritis Forum
06.04.2005
MabThera significantly improves symptoms in patients
with rheumatoid arthritis who inadequately responded to
anti-TNFα therapies
Third large randomised trial to evaluate efficacy and
safety of MabThera in RA
Roche, Genentech and Biogen Idec announced today that
REFLEX1, a pivotal Phase III study of MabThera (rituximab), successfully met its
primary endpoint in the group of patients with the most difficult-to-treat
rheumatoid arthritis (RA).
›
more
|
|
 |
Download Instruction
For Internet Explorer :
Right click at "download" text link and choose
Save Target As |
Legal Disclamer
|
Legal Disclaimer
Copyright
©WHO-ILAR COPCORD Stage II Education on Treatment of the Autoimmune
Diseases.
This Web site was developed in 2005 as a service provided by the
WHO-ILAR COPCORD Stage II Education on Treatment of the Autoimmune
Diseases. This Web site provides selected information available
about lupus and arthritis. It is important that public see a
healthcare professional for detailed information about medical
conditions and treatment. This information is not intended to be a
substitute for the advice of a healthcare professional, or a
recommendation for any particular treatment plan. The WHO-ILAR
COPCORD Stage II Education on Treatment of the Autoimmune Diseases
has made and will continue to make efforts to include accurate and
up-to-date information on this Web site.
If you have any
questions, please contact us:
Webmaster
Phone: 62-24-8447-345
Fax: 62-24-8310-028
admin@LupusArthritisIndonesia.org
|
|