English

   Home      Contact

Penilaian terhadap Hasil Terapi Nefritis Lupus dengan Protokol Step-down Kombinasi dari 5 Imunosupresan Intravena dan Oral (Step-down Bridge Protocol of Intravenous and Oral Combination of 5 Immunosuppressants /SBP-5-IMNs)

Pendahuluan

Obat-obatan yang telah digunakan untuk terapi Nefritis Lupus adalah NSAID, hidroksiklorokuin, Azathioprin, Siklofosfamid, kortikosteroid (Prednison, Prednisolon, dan Metilprednisolon), Siklosporin, dan Mikofenolat Mofetil. Banyak mitos yang telah mengakar dalam pandangan masyarakat, profesi medis, dan praktisi klinis secara umum. Remisi tanpa memerlukan pengobatan telah dilaporkan oleh Drenkard dll (23,4%), Darmawan J (85.5%), Ponticelli C, dan Euler HH dll tentang pengobatan Nefritis Lupus.

Akibat rendahnya angka keselamatan (survival rate) 5 tahun dan 10 tahun pada kasus Lupus Eritematosus Sistemik (Systemic Lupus Erythematosus / SLE) maka terdapat mitos yang sangat dipercayai dalam masyarakat, profesi medis, dan praktisi klinis, bahkan ahli rematologi, bahwa SLE adalah penyakit yang berpotensi mematikan.


Mitos No.1 adalah Remisi dengan terapi apapun tidak mungkin terjadi pada Nefritis Lupus dalam beberapa bulan

Mitos No.2 adalah Remisi dengan obat oral tidak mungkin terjadi pada Nefritis Lupus dalam beberapa bulan

Mitos No. 3 adalah Remisi tanpa pengobatan tidak pernah terjadi pada Nefritis Lupus

Mitos No. 4 adalah Remisi Renal secara Histologis (normalisasi histologis) pada Nefritis Lupus tidak pernah terjadi

Mitos No.1 disanggah dengan tercapainya Remisi dengan SBP-5-IMNs dalam 2-4 bulan

Mitos No. 2 disanggah dengan tercapainya Remisi dengan SBP-5-IMNs menggunakan obat oral (RworalDs) dalam 5.5 – 7.5 bulan

Mitos No.3 disanggah dengan tercapainya Remisi dengan SBP-5-IMNs tanpa obat (RwD) dalam 53,5 – 55,5 bulan

Mitos No.4 disanggah dengan terjadinya perbaikan hasil biopsy renal pada SBP-5-IMNs dari kelas III-IV WHO ke kelas I WHO setelah 7 tahun



Bagaimana hasil seperti ini dapat dicapai?

Hasil Klinis
35 pasien dengan Nefritis Lupus diterapi dengan SBP-5-IMN dalam suatu studi observasi selama 7 tahun
20 wanita dengan Nefritis Lupus, skor SLAM > 4, Indeks Kronisitas < 5, dan ESR > 40mm per 1 jam dicapai dengan SBP-5-IMN dalam 2-4 bulan, diikuti dengan

Remisi menggunakan Obat oral (RworalDs) dalam 5,5 –7,5 bulan, dan akhirnya

Remisi tanpa menggunakan Obat (RwD) dalam 53,5 –55,5 bulan setelah memulai SBP-5-IMN.

15 wanita dengan Nefritis Lupus, yang telah memburuk menjadi Sindrom Nefrotik,
Lima drop out, meninggal dalam 2 tahun.
Sepuluh pasien membaik dari Sindrom Nefrotik menjadi Nefritis Lupus dan mencapai hasil yang serupa seperti pada kasus Nefritis Lupus.

Satu kasus Nefritis Lupus dan dua kasus Sindrom Nefrotik tidak dapat diturunkan obatnya secara bertahap dan tetap berada dalam ReoralDs sampai akhir studi. Sebelumnya, ketiga kasus ini telah pernah mendapatkan Metilprednisolon dan Siklofosfamid IV pulse dosis tinggi secara intermiten di luar negeri dan tidak IMN-naïve terhadap Metilprednisolon dan Siklofosfamid pada saat awal.

Pasien yang bukan IMN-naïve hanya mencapai RworalD dan tidak dapat mencapai RwD.

Hasil Histologis setelah 7 tahun
Perbaikan hasil histologis dari kelas III-IV WHO ke kelas I WHO terjadi pada 25 kasus, tetapi hanya NL IMN-naïve yang mencapai RwD.

Biopsi renal kelas I,II WHO tidak memerlukan terapi SBP-5-IMN. Biopsi renal kelas VI WHO adalah Stadium Terakhir Penyakit Ginjal, dimana terapi sudah tidak berguna.

Dengan penambahan 5-Fluorourasil intravena, SBP-5-IMN menjadi SBP-6-IMN. Untuk menekan flare, SBP-6-IMN lebih efektif dengan penambahan 5-Fluorourasil intravena (5FU), karena kenaifan IMN terhadap 5FU, tetapi dengan efek samping yang serupa.

Terjadinya kondisi SLE yang secara potensial fatal dan ireversibel harus dihindarkan atau dicegah

Terlibatnya organ multipel pada SLE dengan Nefritis Lupus ditambah 1 atau lebih organ vital (Indeks Kronisitas >5) seperti Lupus Pulmoner, Lupus Serebral (SLE Neuropsikiatrik), Vaskulitis Lupus Sentral, dan Osteonekrosis Avaskular Lupus pada sendi panggul, progresivitas penyakit sukar untuk dihentikan. Biasanya ditemukan perbaikan SLE dan 1-2 organ non-vital selama terapi dengan SBP-6-IMN, tetapi organ vital seperti otak atau paru-paru tetap memburuk. Pada pasien yang bukan IMN-naïve, terapi biasanya gagal dengan angka mortalitas yang tinggi dan angka keselamatan 5 dan 10 tahun yang rendah.





Peringatan pada kasus Lupus
: jangan membiarkan SLE memburuk sehingga meliputi organ vital multipel dengan prognosis yang tidak baik, angka keselamatan 5 dan 10 tahun yang rendah.


  Email This Page   Print This Page

 
NEWS & EVENTS

LupusArthritisIndonesia.org - Indonesian Lupus & Arthritis Forum

16.11.2005
MabThera – a unique approach providing lasting benefits for patients with rheumatoid arthritis


Comprehensive long-term clinical success achieved in difficult-to-treat patients following just two administrations, two weeks apart

more

 

 
LupusArthritisIndonesia.org - Indonesian Lupus & Arthritis Forum

06.09.2005
Roche files first rheumatoid arthritis indication for MabThera in Europe

MabThera: a medicine used to treat non-Hodgkin's lymphoma


MabThera delivers significant and sustained relief from symptoms in patients with difficult-to-treat rheumatoid arthritis.
more

 
LupusArthritisIndonesia.org - Indonesian Lupus & Arthritis Forum

06.04.2005
MabThera significantly improves symptoms in patients with rheumatoid arthritis who inadequately responded to anti-TNFα therapies

Third large randomised trial to evaluate efficacy and safety of MabThera in RA

Roche, Genentech and Biogen Idec announced today that REFLEX1, a pivotal Phase III study of MabThera (rituximab), successfully met its primary endpoint in the group of patients with the most difficult-to-treat rheumatoid arthritis (RA).

more


 
Download Instruction

For Internet Explorer :
Right click at "download" text link and choose Save Target As

Legal Disclamer

Legal Disclaimer

Copyright ©WHO-ILAR COPCORD Stage II Education on Treatment of the Autoimmune Diseases.

This Web site was developed in 2005 as a service provided by the WHO-ILAR COPCORD Stage II Education on Treatment of the Autoimmune Diseases. This Web site provides selected information available about lupus and arthritis. It is important that public see a healthcare professional for detailed information about medical conditions and treatment. This information is not intended to be a substitute for the advice of a healthcare professional, or a recommendation for any particular treatment plan. The WHO-ILAR COPCORD Stage II Education on Treatment of the Autoimmune Diseases has made and will continue to make efforts to include accurate and up-to-date information on this Web site.

If you have any questions, please contact us:
Webmaster
Phone: 62-24-8447-345
Fax: 62-24-8310-028
admin@LupusArthritisIndonesia.org
 

 
Supported by PT Roche Indonesia