Terobosan dalam Pengobatan Artritis Reumatoid Faktor
Reumatoid Positif Menggunakan Protokol John Darmawan (
JDP).
Remisi dengan menggunakan terapi intravena dan oral
dicapai setelah 2-4 bulan sejak dimulainya JDP.
Remisi yang didukung dengan penggunaan obat oral dicapai
setelah 5.5-7.5 bulan sejak dimulainya JDP.
Remisi tanpa obat diperoleh setelah 3.5-4.5 tahun sejak
dimulainya JDP.
Artritis Reumatoid (RA) merupakan suatu penyakit otoimun
yang penyebabnya belum diketahui, tetapi dengan berbagai
manifestasi khususnya pada sendi perifer. Manakala
Faktor Reumatoid (RF+) adalah hal positif maka
singkatannya adalah RF+ RA. Penyakit RF+ RA, dengan
aktivitas yang tinggi dan ketidakmampuan sebagai akibat
serta deformitas sebagai kelanjutannya, berkembang
secara agresif. Tanpa supresi yang adekuat terhadap
peradangan/ inflamasi otoimun pada RF+ RA maka hasil
akhir dari penyakit ini adalah kematian dini.
Remisi RF+ DEWA RA ditegakkan ketika:
- gejala dan tanda adalah sebagai berikut:
1. rata-rata jumlah sendi yang bengkak dan lunak adalah
< 1
2. CRP normal (< 3 mg%)
3. rata-rata ESR < 25 mm/1 jam (laki-laki <15 mm)
Westergren
4. rata-rata Patient Global Assessment ≥4 ( 1-5)
5. rata-rata Visual Analog pain Scale ≤10 ( 0-100)
- perusakan fungsional
berarti ARA Functional Class <2 ( 0-4)
Remisi dengan penggunaan terapi intravena dan oral
dicapai setelah 2-4 bulan sejak dimulainya JDP. JDP
adalah sebuah Protokol Step-Down Bridge dari Kombinasi 6
Imunosupresan Oral dan Intravena. Protokol ini
diterapkan pada pasien RF+ RA dengan Erythrocyte
Sedimentation Rate (ESR) lebih dari 40 mm per jam
Westergren dan CRP lebih dari 3 mg%. RA dengan Faktor
Reumatoid Negatif ( RF- RA) tidak memerlukan JDP untuk
terapinya.
Prinsip dari JDP adalah mencapai kondisi remisi dalam
periode waktu yang sesingkat mungkin, sebelum erosi
grade 2 atau lebih terlihat pada film sinar-x. Dengan
pemberian kombinasi 4 Imunosupresan intravena setiap
hari yang intensif maka kondisi remisi dicapai. 4
Imunosupresan intravena meliputi Cyclophosphamide,
5-Flurouracil, Methylprednisolone, dan Methotrexate.
Remisi dengan penggunaan terapi intravena dan oral
diperoleh setelah 2-4 bulan sejak dimulainya JDP.
Pencapaian remisi didukung dengan kombinasi 2-3
Imunosupresan oral, selagi terapi intravena dikurangi
secara bertahap setelah 5.5-7.5 bulan sejak pengobatan
inisial. Kondisi ini disebut Remisi dengan Obat oral.
Terapi oral diberikan bersama dengan terapi intravena
dosis inisial. Terapi oral akan mencapai kadar serum
efektif dalam mempertahankan ESR kurang dari 20 mm per
jam ketika terapi intravena dikurangi secara bertahap.
Terapi oral ini terdiri dari Mycophenolate Mofetil dan
Methotrexate/Cyclosporine dan harus dilanjutkan untuk
sedikitnya selama 2 tahun. Setelah 2 tahun dalam kondisi
remisi, obat oral dikurangi secara bertahap selama masa
1 tahun. Jika tidak terjadi flare setelah obat oral
dikurangi secara bertahap maka Remisi tanpa Obat dicapai
pada RF+ RA setelah 3.5-4.5 tahun sejak dimulainya JDP.
Flare ditegakkan manakala artritis timbul kembali pada 1
sendi atau lebih dan ESR menjadi abnormal (lebih dari 25
mm per jam). Flare tahap awal (dalam waktu 1 minggu)
pada RF+ RA harus segera ditekan dengan pemberian
kembali JDP untuk mempertahankan remisi jangka pendek,
medium, dan panjang.
Agar dicapai remisi dengan penggunaan terapi intravena
dan oral, JDP harus diberikan setiap hari 5 X dalam
seminggu sampai ESR turun menjadi kurang dari 40 mm per
jam. Ini untuk menghindari dosis kumulatif mingguan yang
dapat menyebabkan terjadinya efek tak diinginkan.
Setelah ESR turun menjadi kurang dari 40, 30, dan 25 mm/
jam (laki-laki < 30,< 20, dan< 15 mm), sesi IV
diturunkan menjadi 3X, 2X, dan 1X dalam seminggu secara
bertahap. Ketika ESR < 20 (wanita) atau < 10 mm
(laki-laki) penyakit telah terkontrol. Ketika penyakit
telah terkontrol, sesi IV diturunkan menjadi sekali per
dua mingguan (dilanjutkan dengan mengganti IV dengan
Methotrexate oral dosis ekuivalen satu kali seminggu),
empat mingguan, delapan mingguan dan kemudian diakhiri
menjadi Remisi dengan Obat oral.
Berbagai jadwal guna mencapai berbagai jenis remisi
1. Induksi Remisi selama 1-2 bulan setelah pemberian JDP
inisial
2. Pengurangan sesi IV mingguan selama 1-2 bulan
3. Remisi dicapai setelah 2-4 bulan
4. Sesi intravena yang dikurangi secara bertahap setelah
3.5- 5.5 bulan sejak dimulainya JDP
5. Remisi dengan Obat oral setelah 5.5-7.5 bulan sejak
dimulainya JDP
6. Konsolidasi Remisi dengan Obat oral selama 2 tahun
7. Pengurangan obat oral secara bertahap selama satu
tahun
8. Remisi tanpa Obat dicapai setelah 3.5- 4.5 tahun
termasuk Remisi Radiologis sejak dimulainya JDP.
Remisi tanpa obat bukanlah suatu kesembuhan bagi RF+ RA.
Flare dapat dipicu oleh tekanan mental dan fisik,
infeksi virus, kehamilan, dan setelah melahirkan bayi.
Efek tak diinginkan dari 6 Imunosupresan dituliskan
dalam selebaran di dalam paket obat. Neupogen, Recormon,
dan kombinasi Epineprine+Methylprednisolone dapat
menyebabkan toksisitas darah dalam suatu periode waktu
yang relatif singkat. Toksisitas gastrointestinal
seperti anoreksia, mual, muntah, diare, termasuk alergi
dapat diobati dan dicegah oleh Kytril, spasmolitik, dan
anti alergi.
Toksisitas darah yang mengerikan seperti jumlah sel
darah putih, sel darah merah, dan trombosit yang rendah
dapat dihindari dengan menggunakan imunosupresan
intravena harian dosis rendah dan total frekwensi
penggunaan yang rendah dan total dosis kumulatif dan
mingguan yang dibatasi, serta periode paparan yang juga
dibatasi.
Total Imunosupresan Naif ditegakkan manakala pasien
belum pernah diberi pengobatan dengan Cyclophosphamide,
5-Flurorouracil, Methylprednisolone, Methotrexate, dan
Mycophenolate Mofetil, dan Cyclosporine. Imunosupresan
Naif Parsial ditegaakan manakala pasien telah diberi
pengobatanp dengan beberapa 6 Imunosupresan. Total
Imunosupresan non naif ditegakkan manakala pasien telah
diberi pengobatan sebelumnya dengan semua 6
Immunosuppressants sebagai contohnya yaitu ketika suatu
flare terjadi. Kondisi naif dan non naif mempunyai
dampak terhadap hasil terapi RF+ RA oleh JDP.
Cyclophosphamide, 5-Fluorouracil, dan Methylprednisolone
tidak diberikan dengan cara oral karena:
|
Pemberian intravena |
versus
|
Pemberian oral |
Efikasi lebih cepat
Efikasi maksimum
Efek bertahan lebih lama
Efek tak diinginkan minimum |
|
Efikasi lebih lambat
Efikasi minimum
Efek bertahan lebih singkat
Efek tak diinginkan maksimum |
Efek tak diinginkan hematologis sangat jarang ditemui,
namun efek gastrointestinal ringan terjadi pada 25%
pasien yang diobati dengan JDP. Hal ini dapat dengan
mudah diatasi atau dicegah.
Email This Page
Print
This Page
|
|
| |
NEWS & EVENTS
LupusArthritisIndonesia.org - Indonesian Lupus & Arthritis Forum
16.11.2005
MabThera – a unique approach providing lasting
benefits for patients with rheumatoid arthritis
Comprehensive long-term clinical success achieved in
difficult-to-treat patients following just two
administrations, two weeks apart
›
more
|
|
 |
| |
LupusArthritisIndonesia.org - Indonesian Lupus & Arthritis Forum
06.09.2005
Roche files first rheumatoid arthritis indication for
MabThera in Europe
MabThera: a medicine used to treat non-Hodgkin's
lymphoma
MabThera delivers significant and sustained relief from
symptoms in patients with difficult-to-treat rheumatoid
arthritis.
›
more
|
|
 |
| |
LupusArthritisIndonesia.org - Indonesian Lupus & Arthritis Forum
06.04.2005
MabThera significantly improves symptoms in patients
with rheumatoid arthritis who inadequately responded to
anti-TNFα therapies
Third large randomised trial to evaluate efficacy and
safety of MabThera in RA
Roche, Genentech and Biogen Idec announced today that
REFLEX1, a pivotal Phase III study of MabThera (rituximab), successfully met its
primary endpoint in the group of patients with the most difficult-to-treat
rheumatoid arthritis (RA).
›
more
|
|
 |
Legal Disclamer
|
Legal Disclaimer
Copyright
©WHO-ILAR COPCORD Stage II Education on Treatment of the Autoimmune
Diseases.
This Web site was developed in 2005 as a service provided by the
WHO-ILAR COPCORD Stage II Education on Treatment of the Autoimmune
Diseases. This Web site provides selected information available
about lupus and arthritis. It is important that public see a
healthcare professional for detailed information about medical
conditions and treatment. This information is not intended to be a
substitute for the advice of a healthcare professional, or a
recommendation for any particular treatment plan. The WHO-ILAR
COPCORD Stage II Education on Treatment of the Autoimmune Diseases
has made and will continue to make efforts to include accurate and
up-to-date information on this Web site.
If you have any
questions, please contact us:
Webmaster
Phone: 62-24-8447-345
Fax: 62-24-8310-028
admin@LupusArthritisIndonesia.org
|
|