This website provides guidance by answering questions
by email through Menu Contact below. When the answer
serves the medical practitioners at large, the questions
and answers will be listed under menu FAQ below, for
access by those who are interested.
Question : Dear bapak/ibu
Saya merasakan nyeri di pinggul sebelah kanan mulai tahun 2000-an.
Karena pada awalnya saya kira otot tertarik (karena mulai sakit
saat salah menendang bola waktu main sepak bola) saya mengabaikan
sakit tersebut. kemudian setelah beberapa lama sering banget
kambuh, akhirnya saya bawa ke dokter syaraf di surabaya. banyak
dokter yang mengatakan saya harus fisioterapi, setelah saya
jalani tidak ada kemajuaan. sampai akhirnya sekitar tahun 2004
saya berobat ke s'pore dan divonis menderita ankylosis kemudian
diberi obat jalan (Archoxia 120mg). Saat minum obat tersebut
saya jarang merasa sakit tapi begitu lupa minum obat langsung
sakit banget, malah lebih sakit dari sebelumnya. Yang ingin
saya tanyakan apakah untuk penderita ankylosis harus minum obat
sepanjang hidupnya ? bagaimana jika obat tersebut sudah tidak
berfungsi lagi (tidak mempan) ?
Kemudian pada tahun 2007 saya dikenalkan oleh sepupu saya dokter
dari salah satu klinik di beijing. Dia mengatakan bahwa setelah
minum obat 3 bulan dari beijing frekwensi sakitnya berkurang
drastis dan setelah menyelesaikan pengobatannya selama kurang
lebih 9 bulan sampai saat ini dia tidak pernah merasa sakit.
hal tersebut juga telah saya buktikan sendiri saya juga telah
menjalani pengobatan yang sama selama kurang lebih 7 bulan.
dan sekarang saya benar-benar lepas dari semua obat penahan
sakit. Malahan berita terbaru dari sepupu saya saat check up
di aussie dikatakan bahwa ankylosis-nya telah berhenti total
dengan artian tidak akan merusak struktur tulangnya. saya sendiri
masih belum yakin dengan sakit saya dan karena saya belum check
up saya belum berani mengatakan saya sukses besar.
apakah benar yang dikatakan dokter di aussie tersebut bahwa
ankylosis bisa berhenti dan disembuhkan ?
Tolong segera dijawab karena jika benar saya akan berikan alamat
klinik di beijing supaya semua penderita ankylosis bisa berobat
kesana.
sebelumnya saya mengucapkan terima kasih
Answer : Dengan hormat,
Setahu saya Prof. Feng Hwang dari 308 Army Hosiptal, Beijing,
mengatakan kepada kami bawa beliau sudah melaksanakan John Bridge
Therapy atau Step-down Birdge Combination Therapy of Five Immunosuppressants
selama beberapa tahun dengan sukses besar. Cara pengobatan ini
telah kami terbitkan dalam The Journal of Rheumatology 2006
dengan rujukan:
John Darmawan, A Remy Nasution (deceased), Shun-le Chen, Syed
Atiqul Haq, Dongbao Zhao, Qingyu Zeng, Fereydoun Davatchi. Induction
and Maintenance of Remission in NSAID-Refractory Ankylosing
Spondylitis with “Step-Down Bridge Combination”
of Five Immunosuppressants: A Six Years Uncontrolled open label
International Study in Asia – WHO-ILAR COPCORD Stage II
Treatment of Autoimmune Diseases. J Rheumatol 2006;33:2484-2492.
Penerbitan ini di-endorse oleh Prof. David Yu, UCLA, Prof.
Mohamad Asim Khan, Ohio University, Prof. Andre Caillin, Bath
(London) National Hospital for Rheumatic Diseases, UK, Prof.
Hans A Valkenburg, Erasmus University Rotterdam, The Netherlands
Cara terapi ini telah kami ajarkan kepada 35 dokter umum dari
Sorong, Papua sampai Medan dan dari Manado sampai Solo/Jogya.
Dengan John Bridge Therapy dokter umum Indonesia ini mencapai
Remisi pada NSAID and DMARD Refractory Ankylosing Spondylitis
dalam 2 bulan dengan tapering off dalam 6 bulan. Pasien kami
setelah Remisi dan minta second opinion dari Prof. Peter Luthra
Mayo Clinic, Rochester, New Yersey dan UCSA (San Franscisco)
mendapat jawaban yg sama. Meraka heran mengapa sendi-sendi tidak
cacat pada hal penyakit sudah berlangsung > 5 tahun.
Bulan Juli 2007 kami ke Shanghai untuk mengurus pernerbitan
dalam bahasa China mengakui penemuan pengobatan Ankylosing Spondylitis
barasal dari China. Mereka minta maaf dan kalau mengakui sumbernya
apabila mereka menerbitkannya di luar China.
Demikian harap maklumnya adanya
John Darmawan, MD, PhD, FACR
The Step-down Bridge Protocol of Intravenous and Oral Combination
of 6 Immunosuppressants (JD Protocols)
1.
What is the SBP-6-IMNs?
The SBP-6-IMNs comprises Intravenous (IV) Cyclophosphamide +
Methylprednisolone + 5-Fluorouracil + weekly Methotrexate and
oral Mycophenolate Mofetil + Cyclosporine + weekly Methotrexate
when the IV therapy is terminated. Oral Methotrexate and Cyclosporine
are optional, because Mycophenolate Mofetil can maintain the
majority of patients in Remission with oral Drug alone (Cellcept)
for short, medium, and long term.
Question : I would like to inquire about the
injectable used for my mother ailment in the arm and back (consulation
date Feb 17, 2005). And where I can get the medications. Thanks
(Lia, Jakarta)
Answer : Intraarticular and Intralesional Injections
The local injections consists of the Local Combo of 3 drugs.
Intraarticular injections for persistent chronic arthritis
and intralaesional injections for enthesitis, bursitis,
tendonitis, and/or Fibromyalgia Syndrome (here is
Fibromyalgia a complication of AS) should be applied
concomitantly with the intravenous + oral therapy. In
particular hip arthritis and persistent
tendo-muscular pain from enthesitis or Fibromyalgia require
local injections with the cocktail. The cocktail contains
Lignocain 20%, Dexamethasone 20%, and depo Triamcynolone
60%. Efficacy of Lignocain is direct and lasts 4 hours,
Dexamethasone efficacy commences after 4 hours and lasts 4
days, and depo Triamcynolone effect starts after 4 days and
last at least a fortnight. Some experience is required to
feel the painful and tough tendon of enthesitis and painful
tiny knobbly focal points of Fibromyalgia.
Regards,
Dokter John Darmawan, MD, PhD, FACR
Question : Doctor, can my father be treated
in Semarang and then continue the treatment in Medan? What is
the side effects of this therapy? Thanks (Yusuf, Medan)
Answer : Mr. Yusuf yth,
Initially, you will undergo blood examination and X ray to determine
the diagnosis (autoimmune disease). If severe, you may have
to stay in Semarang for a few days for an out-patient treatment.
Gastrointestinal side effects may occur in 25% patients, but
with proper precautionary measures, this can be reduced to 0%.
Side effects involving the blood system has never occurred with
low dose treatment, but this medications are still efficacious
because they are used in combination.
The objective of the treatment is to achieve remission within
2-4 months.
Regards,
Subject
: mohon nasehat atas istri kami
Question :
Yth. Sejawat DR.John Darmawan,PhD
Mohon nasehat atas istri kami,62 th dengan keluhan pegal dilengan
kanan disertai gangguan elevasi lengan dan menurunnya kekuatan
daya genggam jari2 tangan.
X ray cervical didapati osteoarthrosis. Telah kami berikan
Celebrex 1 dd 1, Kokatriol 2 dd 1 dan fisioterapi 10 kali tapi
tidak ada perbaikkan. Ada riwayat hipertensi tapi sekarang sudah
dalam keadaan normotensi dan overweight (TB 159 cm BB 62 kg)
Pemeriksaan Lab rutin,kimia darah tidak didapati kelainan.
Demikian riwayat penyakit istri kami dan atas perhatian TS kami
ucapkan terima kasih sebesar besarnya. Apakah kami harus membawa
istri kami ke Semarang?
Hormat kami
dr XXX, Jambi
Answer :
Dengan hormat,
Diperlukan data berikut untuk menentukan apakah isteri sejawat
perlu saya diagnosa dan obati:
1. Sudah berapa lama sakit, sifat nyeri apakah selain pegal
juga cekot-cekot waktu malam
2. Ada neuropati seperti paresthesia, hipesthesia, dan hiperesthesia
3. Laju Endapan Darah (LED) 1 jam Westerngren dan titer CRP
Biasanya keadaan ini adalah istilah awam dinamakan Frozen Shoulder
yang dapat berdiri sendiri atau sebagai manifestasi penyakit
otoimum seperti reumatoid artritis, artritis reaktip, dll.
Pengobatannya sederhana yaitu suntikan intra-articular sendi
bahu 2-3X sudah sembuh.
Salam sejawat
John Darmawan
Question:
Dengan hormat,
Terima kasih atas balasannya.Telah kami lakukan pemeriksaan
pada istri kami dan didapati Laju Endapan Darah 16/1 jam dan
20/2 jam CRP negatif.
Keluhan tsb mulai timbul 3 minggu yl dan tidak ada hyper/hyp-
esthesia. Rasa nyeri hanya terbatas pada pegal dan linu tidak
cekot2 dan sepanjang hari. Istri kami adalahpemain volleyball
sampai usia dan pesenam waktu remaja sampai usia 38 th kemudian
belajar main golf dan main olah raga itu 3 X seminggu sampai
th 2004.Sejak itu tidak pernah berolah raga kecuali jalan pagi
2X seminggu. Apakah karena berhenti golf jadi menderita penyakit
ini?
Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih
Hormat kami
Dr XXX
Answer:
Dengan hormat,
Untuk memastikan apakah ada penyakit otoimum (penyakit sistemik)
seperti Artritis Reumatoid, Ankylosing Spondylitis, Artritis
Reaktip dan lain lain memerlukan waktu 6 minggu perjalanan penyakit.
Melihat LED 1 jam diatas 10 mm dan CRP negatip sementara waktu
kemungkinan adalah permulaan Frozen Shoulder yang soliter atau
berdiri sendiri. Apabila NSAID Cox2, Cox 1, dan Fisiotherapi
tidak menolong, terapi yang spesifik dan efektip adalah suntikan
intra-artikuler dengan kortikosteroid seminggu sekali sejumlah
1-2X sudah sembuh. Efek samping sistemik dan lokal praktis tidak
ada asal teknik penyuntikan adalah lege artis.
Frozen Shoulder membutuhkan dengan lama sakit 1 bulan 1-2X,
2 bulan 3-4X, dan 4 bulan 4-6X injeksi intra-artikuler. Pernah
ada Frozen Shoulder yang berlangsung > 8 tahun membutuhkan
20X injeksi baru sembuh.
Teknik injeksinya tidak terlalu sulit dan dapat dipelajari
dalam 1-3 hari dengan menyuntik isteri sejawat dibawah tutunan
kami. Utuk Preceptorship ini Roche Indonesia menawarkan akomodasi
di Semarang dan flight tiket. Demikian harap maklum adanya.
Salam sejawat
John Darmawan
Email This Page
Print
This Page